Jumat, 19 Juni 2015

soal dan jawaban,PEMANASAN GLOBAL dan EFEK RUMAH KACA

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemanasan global dan efek rumah kaca menurut Soemarwoto (Prof. Dr. Ir. Oto Soemarwoto) !
  2. Berikan penjelasan mengenai jenis kegiatan yang memberikan sumbangan terhadap pemanasan global !
  3. Jelaskan hubungan antara konversi hutan dengan pemansan global !
  4. Jelaskan pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian !
  5. Berikan penjelasan mengenai dampak pemanasan global bagi aktivitas social !
  6. Bagaimana dampak kenaikan muka air laut ?
  7. Sebutkan beberapa alternatif untuk mengantisipasi dampak kenaikan muka air laut !
  8. Cermati studi kasus dengan judul “Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki” (Kasus 1), tuliskan komentar anda !
  9. Simak studi kasus dengan judul “Apa yang harus dilakukan oleh Indonesia untuk beradaptasi dengan dampak ekstrim pemanasan global ?” (Kasus 2), berikan pendapat saudara !
  10. Buatlah lagu atau puisi mengenai “Pemanasan Global” !
    jawab.

    1.        Menurut Soemarwoto (1992) yang dimaksud dengan pemanasan global ialah naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek rumah kaca (ERK). ERK sendiri sangatlah berguna, karena tanpa adanya ERK rata-rata suhu permukaan bumi hanyalah -180C. Dengan adanya ERK suhu rata – rata permukaan bumi ialah 150C. ERK terjadi karena sinar infra-merah yang dipancarkan kembali oleh bumi terserap oleh gas tertentu yang disebut gas rumah kaca (GRK).

    2.       Jenis jenis kegiatan yang menyumbangkan pemanasan global antara lain :

    a.       Produksi dan konsumsi energy  sebesar 57%
    b.      Penggunaan CFC sebesar 17%
    c.       Pertanian 14%
    d.      Penebangan hutan dan perubahan tata guna alam 9%
    e.      Industri 3%

    3.       Hubungan konversi hutan dengan pemanasan global, sebenarnya pembalakan hutan terlanjutkan tidaklah merugikan pemanasan global. Karena terdapat bahan awet yang dihasilkan dari kayu berupa karbon sehingga pembalakan yang menghasilkan bahan awet berguna mengurangi kadar karbon dalam atmosfer. Apabila hutan alam dikonfersikan menjadi hutan tanaman industry (HTI) dengan jenis pohon yang tumbuh cepat, karbon yang tersimpan dalamHTI pada kondisi stedy state lebih kecil daripada karbon yang tersimpan dalam hutan. Oleh karena itu cara ini merugikan dari segi pemanasan global. Akan tetapi jika HTI dibangun dari hutan belukar dan dari padang rumput,kandungan karbon ari HTI pada kondisi steadt state akan lebih tinggi dari pada hutan belukar dan padang rumput sehingga menguntungkan dari segi pemanasan global. Lebih menguntungkan lagi apabila reboisasi dilakukan untuk merehabilitasi hutan alam yang telah rusak.

    4.      Pengaruh pemanasan global terhadap sector pertanian akibat cuaca yang kacau serta sulit diprediksi dan dampak kenaikan suhu bumi yang menyebabkan menurunnya produksi pada sector pertanian, fluktuasi dan distribusi ketersediaan air yang terganggu, hama dan penyakit tanaman serta manusia merajalela. Tata ruang,daerah resapan air dan system irigasi yang buruk memicu terjadinya banjir bahkan di area persawahan. Sehingga menyebabkan tingkat produktivitas pertanian kita menurun

     5.       Dampak pemanasan global pada kehidupan aktivitas  social ekonomi
    Meliputi :
    a.       Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai
    b.      Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara.
    c.       Gangguan terhadap pemukiman penduduk.
    d.      Pengurangan produktivitas lahan pertanian
    e.      Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit.

    6.      Dampak kenaikan muka air laut  :
    a.       Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir yang disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang ppendek sementara curah hujan sangat tinggi.
    b.      Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove dan akan terjadi abrasi pantai karena tidak ada penahan gelombang, pencemaran dari sungai dan laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
    c.       Meluasnya intrusi air laut disebabkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut dan dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan ao=ir tanah secara berlebihan.
    d.      Ancaman terhadap kegiatan social-ekonomi masyarakat pesisir, dan
    e.      Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau pulau kecil.

    7.       Beberapa alternatif untuk mengantisipasi kenaikan muka air laut :
    A.      Antisipasi makro-strategis :
    a.       Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan lindung.
    b.      Arahan kebijakan dan criteria pengelolaan kawasan budidaya.
    c.       Arahan pengembangan system pemukiman nasional
    d.      Pengembangan system prasarana wilayah nasional.
    B.      Antisipasi mikro-operasional :
    a.       Relokasi,dijauhkan dari garis pantai
    b.      Akomodasi, penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi aquaculture.
    c.       Proteksi, meliputi hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls), dan soft structure seperti revegetasi mangrove dan penimbunan pasir.

    8.      Komentar saya mengenai studi kasus dengan judul “Dampak Pemanasan Global Tak Bisa Diperbaiki” sangat miris bila kita membaca dari judulnya saja, seperti tidak ada harapan lagi bumi akan kembali menjadi bumi yang layak. Masalah ini timbul akibat manusia dan merugikan manusia. Setidaknya apabila tidak bisa memperbaiki, kita bisa mengurangi penyebab pemanasan global dan juga mengantisipasi kegiatan kegiatan yang menyumbangkan polutan besar besaran.

    9.      Pendapat saya mengenai kasus “Apa yang haarus dilakukan Indonesia dalam menghadapi Pemanasan Global” adalah ini merupakan saran saran yang bagus dan baik karena Indonesia telah memikirkan bagaimana cara mencegah dampak yang akan terjadi. Indonesia sudah peka dengan sulitnya mengobati dampak dari Pemanasan Global. Dan saran saran ini sebaiknya disosialisasikan kepada masyarakat luas agar merekapun mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga bumi khususnya tanah air Indonesia ini.

    10.    Puisi tentang Pemanasan Global

    Perlukah aku ingatkan memori tentang indahnya diriku dulu ?
    Entah dimulai darimana oleh siapa dan kapan
    Mentari tak memancarkan hangat seperti biasanya
    Andai aku bisa berteriak
    Namun aku hanya bisa menunggu,menunggu kalian sadar
    Angin sejukku menghilang
    Selimut gas rumah kaca begitu tebal,bagai jelaga yang tak bisa hilang
    Atas dasar kemajuan Negara kalian mengesampingkanku
    Nafas tak pernah bebas dari gas gas

    Gas gas itu melukaiku tapi mereka akan membunuh kalian
    Lantas apa yang harus kalian lakukan ?
    Omongan untuk memperbaiki diriku tidaklah cukup
    Banyak orang yang ingin menghijaukan diriku
    Akan tetapi lebih banyak yang menghaluskan lapisanku
    Lantas pantaskah kalian berdiam diri ?

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar